Rabu, 28 Oktober 2015

Perjuangan Setinggi Langit

Perjuangan Setinggi Langit Perjuangan sebuah hal yang menarik untuk dibicarakan. Tidak perlu kekuasaan untuk mewujudkannya. Tidak perlu tangan yang kuat untuk melakukannya. Tak perlu kekuatan yang jahat untuk meraihnya. Hanya butuh pengorbanan, pengabdian serta keikhlasan dari orang yang ingin memperjuangkannya. Negara ini telah merdeka oleh tangan orang-orang kecil namun luar biasa yang telah berani memperjuangkannya. Dengan tetesan keringat, letih luar biasa, keberanian yang tak dimiliki oleh semua orang, ketakutan disetiap saat, kesabaran seluas samudra, keikhlasan sedalam-dalamnya dasar lautan. Pantaskah jika kita menghancurkannya hanya karena kerakusan yang tidak berarti, nafsu diri yang kejam dan keinginan-keinginan lain untuk memuaskan diri sendiri. Pantaskah berlaku kejam pada hak-hak mereka yang seharusnya tidak boleh disentuh oleh tangan-tangan yang tidak pernah berbuat apa-apa untuk negeri ini. Lihat bagaimana perjuangan mereka mencari sesuap nasi, harus mengeluarkan berpuluh-puluh bahkan ribuan keringat dari pekerjaan yang sangat sederhana namun menghasilkan uang yang tidak seberapa. Di mana pengabdian, perjuangan dan pengorbanan setinggi langit yang kau punya, saat kau bersumpah atas nama Al-Qur’an untuk tetap membela hak-hak mereka, di mana kau saat perut mereka kosong, keringat mereka bercucuran, badan mereka kurus namun di atas kehendak dan kekejaman nafsumu kau meminta mereka untk memilihmu menjadi penguasa dan pemimpin mereka namun nyatanya kau salah gunakan hak-hak mereka. Yaa, tentu saja kau tidak pernah membayangkan dan mungkin tidak mau membayangkan betapa keras hidup yang mereka jalani. Kau tidak menginginkan kehidupan seperti itu ada padamu tapi kau biarkan mereka yang memilihmu, yang percaya pada hati dan pundakmu merasakan kekejamanmu saat merampas hak-hak mereka. Apa yang kau cari? Apa yang kau inginkan? Kekuasaan, harta atau wanita? Seberapalah nilai harganya hal-hal tersebut dalam hidupmu jika kematian telah berada tepat dihadapanmu maka habislah dirimu. Lihatlah semangat anak-anak mereka untuk negeri ini. Mereka ingin sekolah agar punya kehidupan yang baik dan layak buat keluarganya. Seringkali ketika ditanya mengapa mereka ingin sekolah, mereka menjawab aku ingin menjadi orang yang berguna bagi bangsa ini untuk merah putih. Hanya itu. Lalu bagaimana dengan dirimu, untuk apa kau bersekolah?